Monday, 27 June 2016

Di Cocorico Resto & Cafe Bisa Buka Puasa Sambil Melihat Bandung Bercahaya







Suasana hangat berpuka puasa bersama ditambah dengan memilih venue yang tepat. Di Bandung ratusan pilihan cafe dan resto sangat variatif, mulai dari tradsional maupun modern, dari ukuran kecil sampai besar, dari yang berada di tengah kota sampai dataran tinggi di utara Bandung. Sasalah satunya yang berada di dataran tinggi utara Bandung yang layak dijadikan pilihan adalah Cocorico.

Letaknya berada di daerah Bukit Pakar Timur, melewati terminal Dago di kawan Bandung sebelah utara. Meskipun demikian, Cocorico tak terlalu jauh dari jalan raya sehingga tak banyak makan waktu untuk menempuhnya.


Agar tak terjebak kemacetan sore hari di sekitar Dago pojok, cobalah datang lebih awal atau mengambil jalur dari kawasan Cikutra. Biasanya relatif lebih lenggang. Ambillah jalan menuju ke daerah Ciburial di belokan. Jangan yang ke arah Dago Pakar maupun Dago Ressort.

Pengunjung juga dimanjakan dengan parkir yang luas di seberang Cocorico. Jadi tak usah cemas parkir dij alanan curam seperti kebanyakan resto lainnya. Memasuki Cocorico akan terasa hommy karena bagian depan di atur tempat duduk menggunakan sofa. Baru di bagian belakang bisa terlihat jajaran kursi dan meja layaknya tempat makan.



Bagian belakang merupakan bagian favorit karena bisa melihat ke dataran rendah kota bandung. Saat magrib tiba, cahaya kota Bandung pun mulai terlihat.

Pilihan Menu

Ayam penyet sambal mantah

Banyak menu pilihan Indonesia maupun Eropa di Cocorico. Tapi sekadar tahu saja, menu ayam penyet di sini sangat disukai. Apalagi dengan sambal mantah seperti di bali. Rasanya maknyusss.

iga bakar

sop buntut
bebek goreng
  
Tak kalah seru pula menu bebek gorengnya yang menurut saya renyah sekali. Kebetulan saya pilih menu ini saat mampir di Cocorico. Rasanya tidak mengecewakan. Takaran porsinya pun pas, tidak bikin kita kekenyangan dan menyisakan makanan.

Jika senang iga dan sop buntut boleh juga dicoba. Tapi saya kurang cocok dengan sop buntut di sini. Entah kenapa ya. Mungkin karena bututnya kurang empuk. Kalau kuahnya sendiri sih juara.

Untuk minuman, saya memilih mojito yang segar. Tapi minuman jenis lain juga banyak. Aneka latte dan kopi. Untuk dessert saya sarankan agar memesan Es Azis Ompong. Dessert layaknya es campur ini didominasi peuyeum yang lezat. Nama menunya dibuat berdasarkan nama koki di resto ini.


Es Azis Ompong ini layak coba.


Dibandingkan cafe & resto di kawasan ini, Cocorico menurut saya lebih bersahabat dalam urusan harga. Tapi venue-nya tidak kalah dengan yang lainnya.


0 comments:

Post a Comment