Monday, 2 May 2016

Mengapa Cuankie Serayu Bandung Selalu Ramai?








Bagi penggila kuliner di Bandung, nama Cuankie Serayu sudah berada di kelompok teratas tempat jajanan berkuah yang harus dicicipi. Nyaris sulit mencari pembanding popularitas Cuankie Serayu untuk kuliner sejenis.


Saya sendiri merasa heran ketika menyambangi warung di Jalan Serayu 2 itu. Mobil dan motor parkir berdesakan di pinggir jalan di depannya. Tak ada halaman parkir khusus. Bahkan juru parkir yang mengatur sampai tiga orang. Sampai saya harus parkir mobil lumayan jauh. Di luar warung, lima meja berjajar dipenuhi puluhan pembeli. 


Di depan pintu, terdapat gerobak untuk pembeli yang membawa pulang pesanan. Sementara di pintu masuk depan gerobak untuk yang makan di tempat, pembeli tak kalah berdesakkan menyebutkan pesanan. Di meja bagian dalam saya lihat kursi penuh dengan orang yang sedang makan cuanki emaupun menu batagor.

Jadi, jika ke Cuankie Serayu pastikan dulu mendapat tempat duduk. Agak repot jika rombongan memang. Setelah itu barulah meemsan langsung. ya, jangan duduk manis menunggu pelayan mencatat pesanan. Kita harus agresif ke pelayan di gerobak pesanan.

Lantas apakah yang membuat Cuankie Serayu yang seperti warung mie bakso sederhana ini begitu ramai setiap harinya?

Pertama, kita lihat dulu ya menunya. Sebenarnya hanya ada dua menu utama di warung ini. Cuanki edan batagor. Mayoritas orang ke sini tentu untuk membeli cuanki. Apa itu cuanki? Bayangkan saja bakso malang, tapi tanpa mi. Isinya ada baso, pangsit basah, pangsit kering, siomay basah, baso tahu basah, dan jika suka tambahkan kerupuk. Harga semangkuk Rp15.000  atau Rp10.000 setengahnya.

Saya saya mulai mencicipi kuahnya, terasa gurih. Karena saya penggemar asam-manis-pedas, ya saya tambahkan sendiri cuka, sambal dan kecap. Lalu isiannya satu persatu saya cicipi. Menurut saya hampir semuanya enak. Apalagi pangsitnya. Juara!

Dari sini saja saya sudah bisa menyimpulkan sebab Cuankie Serayu ini. Pertama, rasanya memang memuaskan lidah dan perut. Porsi full tidak terlalu bikin mual maupun kekenyangan. Lagi pula ada porsi setengah. Kedua, harganya sangat bersahabat. Biasanya di kios-kios lain, porsi jajanan berkuah saat ini sudah di atas Rp20.000.

Dengan dua hal ini saja kekuarangan yang saya rasakan bisa langsung diabaikan. Mulai dari susah parkir dan ruangan yang sempit untuk makan. Plus, kalau datang siang hari suasana sangat sumpek dan panas. Tapi percayalah, jika sudah suapan ketiga, kita akan lupa kesumpekan itu. Fokus kita akan pada mangkuk cuankie di depan kita.

Cuankie Serayu didirikan oleh pria asal kebumen bernama Kasno  pada tahun 1997. Jadi tidak heran jika belasan karyawan yang ada di warung itu hilir mudik dalam bahasa Jawa, sementara warungnya sendiri ada di Bandung. Tapi tentu saja cuankie sendiri merupakan kuliner khas bandung. Dulu sewaktu kecil saya senang membeli cuankie yang dipikul. Saat itu kami menyebutnya bakso cuankie. Cuankie itu katanya singkatan cari uang jalan kaki. Dan itu sering ditulis di pikulannya. 

2 comments:

  1. asli jadi lapar, kang.. haha tanggungjawab ah secara manis - asin - pedas (gakterlalu) juga sayah beuki pisan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sok atuh mangga ditingali fotona :)

      Delete