Tuesday, 10 May 2016

Empat Alasan Melipir ke Museum Konferensi Asia Afrika






Belum  tamat keliling Bandung jika tidak melipir ke Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jalan Asia Afrika nomor 65 ini. Pasalnya, museum ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah perdamaian dunia. Ada lima alasan lain yang membuat kita harus masuk ke ruangan di sayap kanan Gedung Merdeka ini. Apa saja


Letak Strategis.


Museum KAA terletak di jalan utama yang sangat terkenal, juga berada di ujung Jalan Braga yang menjadi favorit wisatawan. Siapapun yang datang ke tengah kota Bandung akan mudah mengakses museum ini. Beberapa obyek wisata lain yang berdekatan antara lain, lapangan rumput sintetis alun-alun Bandung, Masjid Raya bandung, Penjara Soekarno Banceuy, dan masih banyak lagi.

Museum KAA dapat dicapai dengan kendaraan umum seperti bus kota dari Cicaheum ke Cibeureum atau Cibiru ke Alun-alun. Angkot berwarna hijau Stasiun Hall ke gede Bage juga melewati di bagian belakang museum.


Buka Tujuh Hari


Museum ini juga dibuka untuk umum pada hari Sabtu dan Minggu. Ya, sebab justru kawasan sekitar Gedung Merdeka ini ramai di akhir pekan. Jam buka Senin sampai Jumat seperti jam kerja, tapi tutup di saat istirahat makan siang. Sedangkan Sabtu dan Minggu buka setengah hari.



Untuk rombongan dalam jumlah besar sebaiknya menghubungi pihak museum dulu. Pasalnya harus diatur juga tempat parkir untuk kendaraan besar dalam jumlah banyak.


Cocok untuK Wisata Keluarga

Museum ini tidak hanya untuk orangtua yang ingin mengenang penyelengaraan Konferensi Asia Afrika saja. Museum KAA cocok juga untuk anak-anak yang ingin belajar sejarah dengan melihat foto-foto peristiwa, memorabilia,  serta peralatan yang dipakai saat digelarnya KAA pada tahun 1955.
Jangan takut untuk masuk bersama keluarga, apalagi pengunjung tidak dipungut bayaran alias GRATIS.

Nyaman


Setekah masuk dan mengisi buku tamu, pengunjung langsung merasakan ruang museum yang nyaman dan terang. Museum KAA memiliki konsep bangunan Art Deco, lantai menggunakan marmer yang sengaja didatangkan langsung dari Italia.  Ruangannya sendiri terdiri dari  kayu Cikenhout yang terkenal kuat dan penerangannya menggunakan lampu kristal.

Ruangannya juga tidak terlalu luas, jadi tidak perlu waktu banyak untuk mengelilinginya.


Nah ini aturan yang harus kita ketahui saat ke Museum KAA


  • Tidak berlarian di museum. Bicaralah dengan nada tenang. Gunakan suara rendah di semua area museum agar tidak mengganggu pengunjung lain.
  • Harap tidak makan, minum, mengunyah permen karet, atau menggunakan produk tembakau lainnya di dalam museum kecuali di kafe museum.
  • Pengunjung tidak diperbolehkan membawa senjata atau sejenisnya.
  • Tidak diperkenankan mengenakan sandal jepit atau sejenisnya.
  • Boleh berfoto namun tidak menggunakan kilat dan kaki tiga (tripod).
  • Untuk meningkatkan interaksi, pengunjung disarankan mengurangi penggunaan ponsel kecuali pada keadaan darurat saja.
  • Tidak menyentuh artefak.
  • Tidak masuk ke tempat dimana tur sedang berlangsung, silakan kembali kemudian.
  • Tidak menggunakan perangkat pameran sebagai alas untuk menulis.

0 comments:

Post a Comment