Thursday, 14 April 2016

Merinding Masuk Gua Jepang dan Gua Belanda di Bandung



Bagi penggemar keindahan alam di Bandung, tentunya tak heran denan obyek wisata Taman Hutan Raya Djuanda. Selain karena rindangnya peohonan yang menyegarkan paru-paru, juga terdapat dua gua peninggalan penjajah Belanda dan Jepang. Banyak yang penasaran masuk ke dalam gua-gua itu lantaran selintingan kabar horor yang beredar.

Terdapat dua jenis gua di sana. Pertama yang akan ditemui adalah deretan gua Jepang. bentuknya pintu masuknya sedikit lebih rendah ketimbang gua Belanda. Di dalamnya juga terasa lembap. Pengunjung bisa menyewa senter dari penyewa di mulut gua. Tapi sekarang orang lebih suka memakai cahaya dari ponsel. Biar lebih terasa horor.

Saya sendiri sedikit merinding ketika berada di dalamnya. Apalagi ketika lampu dimatikan tiba-tiba. Serba gelap. Apalagi saat meraba dinding yang dingin. Konon di gua ini pengunjung pantang menyebut kata "Lada" sebab itu adalah nama pimpinan pasukan pada masa lalu.







Gua Jepang memiliki empat pintu masuk. Tiga gua di dalamnya terdapat pintu-pintu penghubung dengan gua lainnya, sedangkan satu gua sebagai pengecoh musuh.

Bergeser sedikit, kita bisa melihat gua Belanda yang pintu masuknya lebih besar dan dalamnya uga lebih luas. Mungkin karena orang-orang Belanda lebih tinggi besar. Di gua ini jauh lebih nyaman dan sedikit terang. Walaupun tetap saja bulu kudu merinding jika membayangkan apa yang terjadi pada masa lalu. Apalagi saat masuk ke ruang-ruang tertentu yang lebih tinggi.

Gua Belanda ini sebenarnya merupakan sebagai instalansi air minum pada masa lalu. Jadi kalau terlihat dindingnya dibeton  ya tidaklah heran.

Kedua gua ini sering dijadikan lokasi syuting reality show TV. Untuk mencapainya sangat mudah, tinggal menuju ke arah terminal Dago, lalu terus ke arah Taman Hutan raya Djuanda. Jika punya nyali, cobalah datang malam hari. Ya, walaupun jam bukanya hanya dari pukul delapan pagi hingga enam sore. Siapa tahu mau kemping di taman hutannya?

1 comment: