Monday, 28 March 2016

Pasar Baru Bandung, Wisata Belanja Favorit Warga Malaysia




Jika pergi ke Bandung, lalu mampir ke Pasar Baru di Jalan Oto Iskandar Dinata, siap-siaplah sering mendengar percakapan dalam behasa Melayu. Lantaran, tempat belanja di Kota Kembang ini memang tempat favorit bagi warga Malaysia.

Hal itu saya rasakan sendiri ketika masuk ke sebuah toko kain di lantai tiga Pasar Baru. Pedagang kain menjelaskan bahwa pelanggannya malah kebanyakan dari Malaysia ketimbang warga Bandung. Warga Malaysia menganggap harga kain dan pakaian di Pasar Baru relatif lebih murah dan kualitasnya lebih baik ketimbang yang mereka temui di Negeri Jiran itu.

Santo, 34 tahun, seorang supir travel mengaku sering diminta mengantar tamu dari Johor dan Kuala Lumpur ke Pasar baru. "Mereka kalau ke sini memborong pakaian dan kain," kata Santo.

Sejarah Pasar Baru







Saat penjajahanBelanda,  Pasar Baru disebut dengan nama Pasar Baroeweg.  Sebelum berbentuk bangunan modern bertingkat, Pasar Baru dikenal sebagai pusat perbelanjaan dengan konsep pasar tradisional. Pembangunan gedung modern berlantai 11 ini (termasuk basement dan lahan parkir) menelan dana lebih dari 150 milyar.

Pasar Baru merupakan pasar tertua di Kota Bandung yang masih berdiri. Pasar ini merupakan pengganti pasar lama di daerah Ciguriang (sekitar pertokoan Kings, Jalan Kepatihan sekarang) yang terbakar akibat kerusuhan Munada pada tahun 1842. Di sekitar kawasan Kepatihan memang masih dapat ditemukan ruas jalan kecil bernama Ciguriang.


Pada tahun 1906 barulah didirikan bangunan baru yang semi permanen. Pada bangunan baru ini, jajaran pertokoan berada di bagian paling depan dan di belakangnya diisi oleh los-los pedagang. Bangunan ini kemudian dikembangkan pada tahun 1926 dengan dibangunnya kompleks pasar permanen yang lebih luas dan teratur.


Pasar Baru Bandung menjadi kebanggaan warga kota karena meraih predikat sebagai pasar terbersih dan paling teratur se-Hindia Belanda pada tahun 1935. Perombakan yang dilakukan pada tahun 1970an membuat bangunan pasar menjadi gedung modern bertingkat yang tidak menyisakan lagi bentuk bangunan lamanya, walaupun konsep pasar tradisional masih dapat dipertahankan. Setelah ini perombakan berikutnya dilakukan pada tahun 2001 hingga menjadi bentuknya yang dapat kita lihat sekarang.

Semua Lengkap

Saya sendiri kerap mendatangi Pasar Baru karena lengkap saat mencari barang kebutuhan. Di bagian bawah, masih terdapat pasar tradisona yang menjual sayur dan buah-buahan. Bahkan peralatan upacara seperti bunga-bungaan, kemenyan dan kendi pun dapat ditemui.

Bagi penggemar kuliner masakan SUnda juga bisa menicicpi di lantai dasar dekat los pasar tradisional yang masih tersisa. Smentara foodcourtnya sendiri berada di lantai paling atas.


Pasar Baru dipadati pengunjung setiap akhir pekan. Jangan ditanya kepadatan menjelang hari raya. Apalagi Pasar Baru terkenal juga sebagai trend setter berbagai jenis jilbab maupun model busana muslim.


Tahun ajaran baru pun Pasar Baru kerap diserbu orangtua murid. Aneka jenis seragam sekolah maupun ekstra kurikuler dapat ditemukan di sini.

Warga Bandung biasanya mendatangi untuk membeli kain. Termasuk kain bordir mahal dari para penjual keturunan India yang jumlahnya lumayan banyak.


Angkot ke Pasar Baru

Jika hendak ke Pasar baru dan berhenti di depan atau belakangnya, dapat naik angkot jurusan antara lain Sukajadi Kebun Kelapa (biru) atau Gede Bage-Stasiun Hal (hijau muda).  Karena berada di ruas jalan satu arah, maka tak heran jika jalan ini sangat macet di siang hari. 

Tempat parkir tersedia. tapi sebaiknya hati-hati bagi yang belum mahir mengemudi karena lintasannya curam dan licin.

Tips saya untuk calon pembeli:

1. Datanglah pagi sekitar pukul 10.00 agar dapat harga penglaris alias lebih murah

2. Biasakan menawar, terutama bila membeli dalam jumlah banyak.

3. Bandingkanlah harga di beberapa toko untuk barang yang sama sebelum memutuskan membeli.

4. Tetap waspada dengan barang berharga dan dompet. 








2 comments:

  1. Dulu iya.. tp beberapa bulan ini katanya banyak yang beralih ke vietnam, karena biayanya lebih murah

    ReplyDelete