Friday, 26 February 2016

Lima Daya Tarik Perkebunan Teh Malabar di Bandung





Bosan jalan-jalan di kota Bandung? Bergeserlah ke kawasan selatan kota kembang itu. Tepatnya ke Perekebunan Teh Malabar, Pangalengan, Kabupaten. Jarak dari kota Bandung hanya 40 km. Jika lengang sejam tentu bisa dicapai. Tapi arus lalu lintas di hari libur lumayan padat, ditambah ruas jalan yang tidak seberapa lebar, sehingga kadang harus ditempuh hingga dua jam atau lebih.


Lantas, apa saja yang menarik di perkebunan yang terletak di ketinggian 1.550 mdpl, dengan suhu rata-rata 16-26 derajat Celcius ini? Tentu saja selain kesejukan udara dan pemandangan alam yang asri, Perkebunan Teh malabar memiliki banayak daya tarik. Setidaknya, ada lima daya tarik utama. 



Pabrik Teh Malabar



Pabrik Teh Tanara yang didirikan tahun 1905 dan kini dikenal sebagai Pabrik Teh Malabar terus memproduksi teh dataran tinggi yang berkualitas baik dan terkenal di dunia. Pabrik yang kini berdiri merupakan pengganti dari pabrik pertama yang hancur pada Perang Dunia II.

Di pabrik ini pengunjung akan diajak mengenali proses produksi teh dari ilir. Dalam arti hanya pada proses pelayuan dan pencacahan menjadi bubuk teh. Sebab pabrik ini kemudian mengekspornya ke bebagai negara. Di sini pengunjung juga bisa tahu banyak keistimewaan teh, hingga jenis-jenis teh dengan kualitasnya.




Tea Walk


Perkebunan Teh Malabar dibangun pada tahun 1890. Perkebunan ini diberkahi dengan pemandangan yang indah dari hamparan pegunungan yang diliputi oleh tanaman teh yang menghijau.
Teh dari perkebunan ini sudah lama dikenal orang di dunia.

Pengunjung juga bisa melihat tanaman teh yang tingginya lebih dari lima  meter karena ditanam sejak berdirinya perkebunan. Kebun bibit pada awalnya di tahun 1896 ditanami bibit Teh Assam. Melalui budidaya, bibit-bibit teh dari pohon-pohon teh setinggi 7 meter ini dikembangkan di sejumlah lahan perbibitan di beberapa tempat.

Jalan-jalan di perkebunan teh sangat mengasyikkan karena bisa menganl langsung bagaimaan pohon teh, cara memanen daun tehnya, sampai ikut memetiknya pula.


Makam Bosscha



Di tengah perkebunan teh kita bisa melihat makam Bosscha. Karel Albert Rudolf Boscha lahir di S'Gravenhage, Belanda. Ia tiba di Indonesia pada tahun 1887 dan mempelajari budidaya teh di Sinagar Sukabumi, Jawa Barat.

Tahun 1896, ia diangkat menjadi manajer perkebunan Teh Malabar sampai ia wafat pada tahun 1928. Bosscha meninggal karena terjatuh dari kuda saat berkeliling kebun teh, lalu sakit tetanus yang saat itu sangat emmatikan.

Boscha tidak hanya dikenal di dunia budidaya teh. Ia banyak menyumbangkan pikiran, tenaga, dan dana bagi kepentingan-kepentingan sosial dan pembangunan kota Bandung, seperti Observatorium Bintang Boscha di Lembang, Bala Keselamatan di Jl. Jawa, sekolah bagi penyandang tuna rungu dan tuna wicara, Telefoon Maatschappij voor Bandung en Preanger di Jl Tegallega (kini PT INTI), serta kompleks Nederlands-Indische Jaarbeurs (Pekan Raya) yang kini menjadi kantor Kologdam.

Ia menjadi ketua Biro Spesialis Teh (tahun 1910) dan ketua Pertanian Percobaan (tahun 1917) dan anggota dewan penyantun untuk Tehnische Hogerschool (kini ITB) sampai tahun 1928. Ia pula yang mendirikan Institut Kanker dan yang pertama memperkenalkan satuan hektar dan kilometer untuk menggantikan satuan tradisional pal dan bahu. Atas jasa-jasanya, ia diangkat sebagai warga kehormatan kota Bandung dan kini namanya diabadikan pula sebagai nama sebuah jalan di utara Bandung.



Wisma Bosscha




Di Malabar berdiri sebuah rumah tua yang isinya juga sangat antik. Wisma Malabar didirikan pada tahun 1894 mulanya sebagai kantor dan kediaman KAR Boscha Di bagian belakang terdapat beberapa wisma untuk disewa pengunjung dengan latar pegunungan yang indah.

Saya mengagumi Wisma Bosscha yang menyimpan piano antik. Sayangnya, sebuah bangku panjang asli kabarnya telah dicuri oleh orang tidak bertanggung jawab.

Fotografi




Kegiatan paling menarik di Perkebunan Teh Malabar adalah fotografi. Hampir semua titik menarik untuk difoto. Silakan saja bagi yang suka foto pemandangan. Bagia yang uska selfie juga tentu bakal seru jika dilakukan dengan latar yang pas.

1 comment:

  1. Informasi menarik. Semoga suatu waktu dapat berlibur ke perkebunan teh Malabar.
    btw harga penginapan di kisaran berapa Min ?
    Tks.

    Salam,
    Panduan Wisata Indonesia

    ReplyDelete