Wednesday, 2 December 2015

Takigawa Meatbar in The Sky, Mencicipi Kuliner Jepang di Ketinggian Bandung





Sebagai kota tujuan wisata, Bandung tak hanya menyajikan wisata kuliner lokal. Aneka kuliner mancanegara tersedia hampir di setiap sudut kota. Kuliner Jepang misalnya, merupakan salah satu jenis yang terbilang banyak jumlahnya.

Para penyaji kuliner Jepang pun akhirnya mencari diferensiasi untuk memenangkan persaingan pasar. Misalnya dengan membuat resto yang nyaman dan makanan yang murah. Ada juga yang membuat tempatnya memiliki venue yang asri dengan pemandangan yang menakbukan, walaupun kelas pasar yang disasar adalah premium. Salah satunya adalah Takigawa Meatbar in The Sky.



Takigawa memiliki letak di kawasan Bukit Pakar Timur, sebelah utara kota Bandung.Karena berada di dataran tinggi, maka jalan menuju ke lokasi terbilang berlika-liku dan naik turun. Bahkan untuk parkir di depan Takigawa pun kalau kondisi tempat parkir penuh akan menylitkan karena berada di bidang landai.

Untuk masuk ke dalam restoran, kita harus menaiki lift khusus. Dari lift kita sudah bisa melihat pemandangan yang indah ke arah kota Bandung. Dan begitu sampai, skywalk, mata kita akan langsung dimanjakan oleh sekeliling resto yang memanajkan mata.

Jika siang atau sore hari, resto ini realtif lengang sehingga kita bisa memilih tempat yang menurut penaialian sendiri lebih nyaman. Tapi jangan coba-coba memlih tempat jika di malam hari, terutama saat week-end karena pengunjungnya sangat banyak.


Bisa dimaklumi karena pemandangan Bandung bermandikan vahaya lampu hanya bisalihat saat matahari menghilang. Tapi meurut saya sih, berkunjung siang dan sore hari masih asyik. Apalagi masih bisa melihat warna hijaunya pepohonan di sana-sini.

Ketika disodori menu, saya terkejut karena jenis hidangannya berbaur antara Jepang dan western, belakangan baru saya tahu  Takigawa Meat Bar in The Sky merupakan dua resto yang digabungkan, Takigawa dan Meat Bar. Menu Takigawa tidak hanya menghidangkan satu jenis makanan saja seperti contohnya Sushi, Bento atau Ramen, Takigawa boleh dibilang yang terkomplit.  Menu yang paling diminati adalah fushion sushi dan yang terfavorit adalah Takigawa Roll.  Yang langka ditemukan di Bandung adalah menu Nasi Bakar ala Negeri Sakura atau Kamameshi. 







Saya sebenarnya ingin mencicipi sushi, meskipun bukan makanan favorit saya. Tapi karena isteri dan anak saya tidak suka, akhirnya kami lebih memilih ricebowl dan steak. Mungkin kunjungan berikutnya saya akan pilih menu-menu Jepang yang memang favorit.


Secara rasa, menu dipilih hampir seperti resto Jepang lainnya yang pernah disinggahi. Entah mengapa, walaupun kuliner Jepang bukan favorit kami, tapi selalu tandas. Mungkin karen aporsinya yang pas di perut, atau karena terpengaruh atmosfir resto yang mengundang lapar.

Dari sisi harga, seperti saya singgung di atas, tentu saja kategorinya premium. Jadi jangan coba-coba datang ke sini dengan uang pas-pasan.Tapi tenanglah, kesan eksklusif dan nyaman makan di sini memang menjadikan harga tinggi sebuah kewajaran.




Di malam hari. (foto: Takigawameatbarintheskydotcam)


Foto-Foto: Misterbandung.Com

2 comments:

  1. sedap banget tuh pasti rasanya, makan makan sambil menikmati pemandangan :)

    ReplyDelete