Tuesday, 29 December 2015

Melipir ke Kawasan Tekstil Cigondewah Bandung

Bandung memang terkenal sebagai salah satu kota yang menjadi barometer fashion di Indonesia. Selain karena banyak pabrik tekstil, juga memiliki ratusan outlet pakaian di segala sudut kota. Bahkan juga terdapat bursa kain murah berkualitas untuk pembeli grosir dan retail seperti halnya Tanah Abang, Jakarta.

Jika dari Jakarta, cobalah sesekali keluar dari pintu tol Kopo, lalu masuk ke Jalan Caringin terus lurus mengikuti angkot jurusan Cipatik, maka akan menemui sebuah kawasan yang beken dengan sebutan Cigondewah. Di pinggir kanan kiri jalan, kita akan menemukan deretan kios-kios penjual kain.

Beberapa hari lalu saya ke kawasan tersbut mengantar kerabat yang hendak belanja beberapa jenis kain sebagai bahan dasar usaha bisnis fashionnya. Meskipun banyak kios kain di sisi jalan, kami memutuskan untuk singgah ke area yang lebih tertib, yakni Kawasan Tekstil Cigondewah (KTC).

Di sini, saya tak perlu cemas parkir di pinggir jalan yang relatif. Lahan parkir di KTC relatif nyaman dan aman. Kami pun tak perlu berjalan jauh-jauh untuk mencari kain yang dimaksud, sebab terdapat 113 unit toko yang menjual lebih dari seratus jenis kain. Mulai dari katun, sifon, bahkan songket.







Saat kehabisan uang cash pun terdapat ATM center di bagian depan, juga terdapat fasilitas mushola dan toilet yang bersih. Nggak asyik kan saat belanja nahan-nahan pengen buang air kecil.

Saya yang semula hanya niat mengantar, akhirnya membeli beberapa helai kain karena tergiur. Selain pilihan motifnya yang bagus, harganya ternyata di bawah harga bursa kain di tengah kota Bandung, seperti Pasar Baru atau Kapatihan.

Akhirnya saya membeli sehelai kain suede yang lembut untuk saya jahit nanti menjadi vest India, serta katun tipis untuk bahan baju koko Pakistan untuk melengkapi vest. Ya, biar mirip-mirip bintang Bollywood gitu.

Isteri saya juga membeli kain katun Jepang yang sedang ngetrend untuk dibuat tunik. Kata kerabat saya, harga per meter kain di Cigondewah bisa selisih Rp5.000-Rp10.000 dengan tempat lainnya. Lumayan jika beli bermeter-meter.

“Memang letaknya jauh dari pusat kota. Tapi lebih murah dan nggak macet-macetan,” imbuh kerabat saya tersebut.

Kawasan Cigondewah mulai ramai menjadi bursa tektil sekitar tahun 2000. Sebelumnya hanya ada beberapa toko tekstil, lalu berkembang menjadi lebih luas. Saya sewaktu kecil mengenalnya sebagai tempat berdirinya pesantren terkenal yang terpelosok. Kini berubah jadi lebih ramai dan kehidupan masyarakat pun meningkat.

fotolfoto: misterbandung.com

0 comments:

Post a Comment