Tuesday, 1 December 2015

Gedung Indonesia Menggugat, Menilik Pengadilan Sakral Bung Karno di Bandung

Gedung Indonesia Menggugat, obyek wisata sejarah di Bandung
yang patut dikunjungi.


Bila menyusuri jalan satu arah Perintis Kemerdekaan, Bandung, maka kita akan menemukan sebuah bangunan lama dengan pohon beringin berdiri rindang di halaman depannya. Warga Bandung kini menyebutnya Gedung Indonesia Menggugat, sebuah tempat yang sering dijadikan ajang kreativitas pameran hingga pentas drama.

Mengapa gedung yang dibangun pada tahun 1906-19707 ini dinamakan demikian? Awal mula dibangun gedung ini merupakan rumah hunian orang Belanda. Namun karena pernah kebakaran dan mengalami renovasi, akhirnya berubah fungsi menjadi Gedung Pengadilan Negeri Belanda pada tahun 1917, dengan nama beken Den Landraad Te Bandoeng.

Dokumentasi sejarah Indonesia Menggugat.

Penamaan Indonesia Menggugat terkait erat dengan sejarah bangsa ini. Bermula ketika Soekarno melakukan politik pergerakan kemerdekaan Indonesia, kemudian dijebloskan ke Penjara Banceuy. Di penjara itu, Soekarno kemudian menyusun pleidoi fenomenalnya yang diberi tajuk Indonesia Menggugat (Indonesia Klaagt  Aan). Pleidoi itu dibacakan di pengadilan sebagai pembelaan diri Soekarno pada 2 Desember 1930.


Jika ingin merasakan suasana pengadilan saat itu, masuk saja ke Gedung Indonesia Menggugat. Sampaikan kepada petugas setempat bahwa kita ingin melihat ruang pengadilan. Ruang tersebut ada di bagian depan namun tertutup rapat. Mengingat ruang lainnya kini menjadi ruang publik. Tidak ada tarif khusus untuk masuk ke ruang tersebut.

Sejarah Indonesia Menggugat bisa dibaca di sini.

Cobalah untuk masuk sendiri lalu meresapi, membayangkan suasana sambil melihat meja pengadilan dan pagar pembatas kayu. Saya sempat merasakan suasana riuh ketika dengan kuat membayangkan kejadian masa lalu. Akan terasa sakral sekali tempat itu. Apalagi jika kita kemudian membaca poster-poster berisi keterangan sejarah terkait peristiwa pengadilan Soekarno.


Setelah peritiwa Indonesia Mengugat, gedung pengadilan tersebut tidak lagi dipakai untuk menyidang para pejuang perintis kemerdekaan. Di masa penjajahan jepang gedung tersebut menjadi pengadilan tingkat pertama dengan nama  Tiho Hooin.

Ruang sidang yang bisa kita rasakan kesakralannya.

Sel tahanan Bung Karno di Penjara Banceuy
dipakai untuk  menyusun pleidoi Indonesia Menggugat.



Lepasa penjajahan Jepang, gedung yang berlokasi strategis ini gonta-ganti fungsi. Mulai dari kantor Palang Merah Indonesia, kantor keuangan, bahkan Jawatan Metrologi.  Pada 2007, untuk melestarikan bangunan bersejarah ini, diberi nama Gedung Indonesia Menggugat. Siapa pun pengagum Bung Karno biasanya meluangkan untuk mendatangi tempat ini ketika di bandung, selain ke Penjara Banceuy. 


Foto-foto: MisterBandung.com

0 comments:

Post a Comment